|
Saturday, 14 March 2009 |
|
Hitung-hitungan hari untuk pemilu semakin dekat, partai-partai sibuk melakukan manuver untuk menjajagi kemungkinan koalisi, tetapi tidak ada yang berani untuk melakukan ikatan apapun sebelum hasil pemilu legislatif diketahui. Adanya aturan Electoral threshold(ET) maupun parliamentary threshold (PT) maka apabila kita melakukan prediksi sendiri dan saya pun iseng-iseng melakukan perhitungan, hanya akan ada 11 partai yang lolos sesuai aturan tersebut dan Hanura menjadi salah satu partai yang lolos. Melihat peta di grass root maka Hanura akan menjadi pemimpin bagi partai-partai baru atau new comer, dengan aturan pengajuan Capres harus yang memiliki suara 20 % maka kembali berdasar analisa sendiri hanya Golkar yang akan melenggang mulus mengajukan Capres tanpa perlu berkoalisi. Adapun partai lain akan "terpaksa" melakukan koalisi dan berdasarkan prediksi akan ada 4 Capres yang bertarung di 2009 dan mewakili 4 blok : 1. Blok J : Golkar kemungkinan besar akan tetap maju sendiri mengusung Capresnya dengan menggandeng salah satu parpol (bisa jadi PKS yang akan berkoalisi dengan Golkar) |
|
Read more...
|
|
|
Thursday, 29 January 2009 |
|
Tanggal 9 April 2009 bagi kita sebagai warga negara yang baik terlepas dari fatwa MUI bahwa Golput itu haram, marilah kita coba menjadi warga yang baik, yang mampu menjalankan fungsinya untuk memilih wakil-wakil kita yang akan duduk di legislatif. Sebelum memilih yang tahun ini dengan sistem baru yaitu : mencentang, pemilu 2009 juga berbeda dengan pemilu terakhir : 1. Cara memilih mencentang, baik apada nomor atau nama caleg, kalo tidak ada gambaran caleg yang dipilih bisa mencentang partai. Kelemahannya kita benar-benar tidak paham siapa wakil kita. 2. Caleg terpilih bukanberdasarkan nomor urut akan tetapi memakai sitem suara terbanyak, artinya semua peluang caleg sama untuk terpilih dan bisa jadi caleg dengan nomor urut besar semisal 8 mengalahkan nomor urut 1 dalam perolehan suara sehingga caleg dengan nmr urut 8 yang berhak jadi. 3.Kertas suara lebih besar kira-kira sebesar koran jika dibuka 2 halaman. Tahun ini caleg tidak dapat bergantung partai karena jika ingin mendapat dukungan yang besar tentu harus mau untuk lebih aktif terjun di lapangan, mendekati pemilih dan berinteraksi. |
|
Read more...
|
|
|
Berlomba-lomba Pasang Wajah |
|
Thursday, 29 January 2009 |
|
Kalo kita melihat beberapa bulan terakhir sampai dengan Maret 2009 besok kita akan disuguhi berbagai gambar baik bentuk baliho, banner kecil dan rontek. Wajah-wajah caleg menjejali seluruh sudut kota bahkan masuk hingga ke gang-gang kampung. Pemilih tentu akan melihat caleg yang berbeda-beda dari berbagai partai dan daerah pemilihan, efektifkah? Menurut beberapa tajuk surat kabar nasional foto-foto iklan kampanye caleg telah merubah tata wajah kota menjadi amburadul bahkan ada yang menyebut sebagai sampah visual kota. EEp Syaefulloh menyebut iklan dengan pemasangan gambar caleg tidak mendidik karena yang disajikan hanya sebatas perkenalan nama, photo dan nomor sehingga tidak komunikatif karena tidak berisi mau apa, apa yang diperjuangkan dan apa yang diusung sebagai caleg. Bahkan kalo anda perhatian ada kesamaan iklan caleg tersebut yaitu : berjas, berkopiah, tersenyum dan wajah seramah mungkin. Kalo anda puas dan yakin dengan hanya melihat gambar, ingat-ingat nomornya saja karena besok di kertas suara tidak ada photo yang biasa kita lihat di jalan-jalan hanya nama. Selamat memilih....... |
|
Last Updated ( Thursday, 29 January 2009 )
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 6 |